Menurut Ma'ruf Amin pertanian adalah salah satu program yang akan diterapkan jika pasangan nomor urut satu memenangkan pemilu 2019.
"Kami akan mengupayakan agar para petani dapat memiliki nilai tambah. Tidak hanya menjual bahan baku, tapi bisa mengolahnya dan menjual produk hasil olahan yang sudah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi," katanya.
Mustasyar PBNU mencontohkan petani kopi menjadikan hasil panen kopinya dalam bentuk kering seharga Rp75.000 per kilogram. Kopi tersebut oleh orang asing diolah menjadi kopi bubuk dan dijual dalam bentuk kopi siap saji dengan merek tertentu, seharga Rp50.000 per gelas.
Padahal, kata dia, kopi kering satu kilogram dapat menjadi 60 gelas kopi siap saji, yang artinya orang asing dapat meraih omzet sekitar Rp3 juta, sementara petani hanya mendapat Rp75.000.
"Karena itu, petani harus memiliki keterampilan dan harus mengubah pola pikirnya untuk menaikkan nilai tambah," katanya.
Ma'ruf Amin yang didampingi istrinya hadir ke Kampung Sukamaju, Desa Cigugurgirang, Kecamatan Parongpong, tempat diselenggarakannya deklarasi. Kedatangannya disambut oleh alunan salawatan dan komunitas warga yang mayoritas kaum ibu.
"Terimakasih atas dukungan yang diberikan. Saya sangat bersyukur dan yakin bahwa kita bisa menang dan meraup suara tinggi di Jabar," ujarnya.
Ma'ruf Amin juga mendapatkan dukungan dari warga Cigugurgirang, Parongpong,
Bandung Barat, tepatnya dari relawan Moja 31 Cigugurgirang.
"Saya bersyukur bisa mengunjungi desa yang indah, nyaman, sejuk, dan menawan hati ini, sehingga membuat betah tinggal di sini. Saya percaya bukan hanya warga Cigugurgirang tapi warga Jabar semua ngahiji di nomor hiji," katanya.
Menurut dia warga negara Indonesia mesti mendukung Jokowi karena, Jokowi pantas didukung. Jokowi memiliki visi yang akan membawa Indonesia maju dan sejahtera. Jokowi juga dinilai Ma'ruf Amin sudah berbuat banyak sejak 2014, seperti pembangunan infrastruktur tol Transjawa, Sumatera, dan Papua. []
Komentar
Posting Komentar