Langsung ke konten utama

YouTube Larang Konten Challenge dan Prank Berbahaya

YouTube mengumumkan telah memperbarui kejibakannya untuk melarang konten challenge dan juga prankyang terindikasi memuat aktivitas yang membahayakan. Konten yang terindikasi melanggar peraturan baru ini akan langsung dihapus tanpa memberikan teguran kepada pemilik channel.
Dikutip dari The Verge, Rabu (16/1), sebelumnya YouTube telah menangani konten yang dikategorikan berbahaya. Namun saat ini YouTube mempertegas dengan kebijakan baru setelah beredarnya video tantangan mengemudi dengan mata tertutup yang meresahkan warganet.
Seorang YouTuber bernama Jake Paul mengikuti Bird Box Challenge, yakni menyebrangi jalan raya dalam kondisi ramai kendaraan menggunakan penutup mata. Tidak hanya itu, ia bahkan menyetir mobil dalam kondisi mata yang tertutup kain. Tantangan ini terinspirasi dari sebuah film dengan nama yang sama yang ditayangkan oleh Netflix.
Akibat tantangan yang dilakukan Jake dalam videonya, Netflix mengeluarkan penyataan resmi yang meminta penonton tidak melakukan ataupun meniru adegan berbahaya dalam film tersebut.
YouTube mengungkapkan kebijakan baru ini harus diikuti oleh para creator ketika mengunggah konten, khususnya prank dan challenge yang berbahaya seperti menyebabkan cedera fisik. 
Aturan ini juga melarang prank yang dapat menyebabkan stres berat pada anak-anak, termasuk yang dapat membuat trauma seumur hidup.
Banyak creator yang membuat konten lucu dalam bentuk challenge ataupun prank, namun tanpa disadari membuatnya jadi aktivitas yang berbahaya demi sebuah konten yang menarik.
"YouTube adalah rumah bagi tantangan dan candaan yang terkenal. Tapi, kami harus memastikan kelucuan tidak melewati batas sehingga berubah menjadi berbahaya," kata YouTube.[]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

47 Ribu Personel Gabungan Amankan Jakarta Jelang Putusan MK Soal PHPU Pilpres

Kata Berita -  Aparat gabungan  TNI - Polri  menjaga gedung  Mahkamah Konstitusi , Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Istana Merdeka menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)  Pilpres  2019.   Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas  Polri  Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sebanyak 47 personel gabungan diinstruksikan untuk menjaga objek vital di Ibu Kota. Dia merinci dari unsur  TNI  mengerahkan 17 ribu personel,  Polri  28 ribu personel dan pemerintah 2 ribu petugas. "Jadi seluruh kekuatan yang terlibat dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47 ribu," kata Dedi di Mabes  Polri , Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). Personel yang akan mengamankan gedung MK lebih banyak ketimbang gedung lain. Sebanyak 13 ribu personel dikerahkan di gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat. "Kemarin disampaikan untuk pengamanan MK kurang lebih sekitar 13 ribu personel yang...

Aubameyang, Mane, dan Salah Jadi Pemenang Gelar Topskor Bersama

Kata Berita -  Trofi Sepatu Emas yang dihadiahkan kepada pencetak gol terbanyak  Liga Primer Inggris  harus dibagi kepada tiga nama berbeda. Pierre Emerick Aubameyang, Sadio Mane, dan  Mohamed Salah  berhasil mengoleksi jumlah gol yang sama sehingga sama-sama berhak atas trofi Sepatu Emas  Liga Primer Inggris  musim 2018-2019. Nama  Mohamed Salah  sebenarnya menjadi unggulan pertama dalam persaingan topskor musim ini. Karena sepekan sebelum laga pamungkas di gelar, penyerang asal Mesir ini telah berhasil menduduki posisi puncak dengan raihan 22 gol. Sedangkan Sergio Aguero, Aubameyang, dan Mane berada di bawahnya dengan selisih dua gol. Namun dua nama terakhir berhasil menambahkan dua gol di laga pamungkas yang membuat ketiganya memiliki jumlah koleksi gol yang sama. 22 goals Pierre-Emerick Aubameyang Sadio Mane Mohamed Salah Three amazing players, three amazing seasons and all worthy winners of the @CadburyUK Go...

Tragedi Trisakti 98 Diharapkan Tak Terulang

Kata Berita -  Peristiwa tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 diharapkan tidak kembali terulang pada saat sekarang ini. Hal itu dikatakan  Aktivis 98   Adian Napitupulu  saat berziarah ke makam pahlawan reformasi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019), dalam peringatan 21 Tahun  Tragedi Trisakti . "Untuk alasan apapun juga, bangsa Indonesia tidak boleh kembali ke masa lalu," kata Adian. Yakni, jaman di mana masyarakat dikekang dan terbelenggu oleh kekuasaan otoriter selama masa Orde Baru sehingga memancing pergerakan elemen mahasiswa dari seluruh Indonesia. Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menegaskan Indonesia untuk alasan apapun tidak boleh balik ke jaman dimana nyawa tidak ada harganya, jaman dimana orang tidak bisa bicara, jaman kebebasan dibelenggu sedemikian rupa. Saat ini, lanjut Adian, ada banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat di dalam menjalani sistem demokrasi pasca reformasi. Indonesia sedikit demi ...