Langsung ke konten utama

Gajian Saat Mandiri Online Error, Nasabah: Uh She Up.

Kata Berita - Sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan aplikasi mobile banking mereka yang tidak dapat diakses sejak Rabu (27/3/2019) malam hingga Kamis (28/3/2019) pagi. Bahkan, M-Banking Mandiri yang eror tersebut membuat nasabahnya meluapkan curahan hati (curhat) serta baper dan dibagikan diakun sosial media Twitter.
Komentar lucu nasabah Bank Mandiri dikicaukan oleh @ZAIN_rozak yang mengikuti bahasa gimmick khasnya Youtuber Atta Halilintar. "Gajian di saat Mandiri Online error uh she up @mandiricare," kata akun tersebut.
Kemudian, ada akun @iniakuya_ yang memosting kalimat curhatan yang sungguh membuat pembacanya tepuk jidat.
"Ini Mandiri online lagi error ya? @mandiricare masa udah masukin password benar dibilang salah mulu. Masa iya aku sama doi dibilang salah terus, kenapa sama Mandiri juga dibilang salah. Padahal aku orangnya mandirian," curhat dia.
Sementara, ada komentar dari nasabah Bank Mandiri yang serius dan menyayangkan pelayanan sistem M-Banking yang bermasalah ketika melakukan transaksi top up saldo.
"@mandiricare @bankmandiri Gimana ya? Mandirionline susah diakses sekalinya bisa diakses, coba transaksi topup OVO gagal. Status di aplikasi mandiri online gagal, tapi saldo kepotong, saldo OVO gak bertambah #mandirionlineerror," keluh @Fauzian90.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PT Bank Mandiri (Persero) telah memberi pernyataannya terkait gangguan sistem perbankan berbasis digital itu. Keluhan eror M-Banking yang menjadi ramai pada sosmed Twitter sudah tertangani.
"Oh, sudah sejak siang, memang ada down sedikit pagi tadi, tapi sudah live lagi kok," ujar Corsec Bank Mandiri, Rohan Hafas ketika dihubungi Akurat.co. []

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

47 Ribu Personel Gabungan Amankan Jakarta Jelang Putusan MK Soal PHPU Pilpres

Kata Berita -  Aparat gabungan  TNI - Polri  menjaga gedung  Mahkamah Konstitusi , Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Istana Merdeka menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)  Pilpres  2019.   Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas  Polri  Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sebanyak 47 personel gabungan diinstruksikan untuk menjaga objek vital di Ibu Kota. Dia merinci dari unsur  TNI  mengerahkan 17 ribu personel,  Polri  28 ribu personel dan pemerintah 2 ribu petugas. "Jadi seluruh kekuatan yang terlibat dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47 ribu," kata Dedi di Mabes  Polri , Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). Personel yang akan mengamankan gedung MK lebih banyak ketimbang gedung lain. Sebanyak 13 ribu personel dikerahkan di gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat. "Kemarin disampaikan untuk pengamanan MK kurang lebih sekitar 13 ribu personel yang...

Aubameyang, Mane, dan Salah Jadi Pemenang Gelar Topskor Bersama

Kata Berita -  Trofi Sepatu Emas yang dihadiahkan kepada pencetak gol terbanyak  Liga Primer Inggris  harus dibagi kepada tiga nama berbeda. Pierre Emerick Aubameyang, Sadio Mane, dan  Mohamed Salah  berhasil mengoleksi jumlah gol yang sama sehingga sama-sama berhak atas trofi Sepatu Emas  Liga Primer Inggris  musim 2018-2019. Nama  Mohamed Salah  sebenarnya menjadi unggulan pertama dalam persaingan topskor musim ini. Karena sepekan sebelum laga pamungkas di gelar, penyerang asal Mesir ini telah berhasil menduduki posisi puncak dengan raihan 22 gol. Sedangkan Sergio Aguero, Aubameyang, dan Mane berada di bawahnya dengan selisih dua gol. Namun dua nama terakhir berhasil menambahkan dua gol di laga pamungkas yang membuat ketiganya memiliki jumlah koleksi gol yang sama. 22 goals Pierre-Emerick Aubameyang Sadio Mane Mohamed Salah Three amazing players, three amazing seasons and all worthy winners of the @CadburyUK Go...

Tragedi Trisakti 98 Diharapkan Tak Terulang

Kata Berita -  Peristiwa tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 diharapkan tidak kembali terulang pada saat sekarang ini. Hal itu dikatakan  Aktivis 98   Adian Napitupulu  saat berziarah ke makam pahlawan reformasi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019), dalam peringatan 21 Tahun  Tragedi Trisakti . "Untuk alasan apapun juga, bangsa Indonesia tidak boleh kembali ke masa lalu," kata Adian. Yakni, jaman di mana masyarakat dikekang dan terbelenggu oleh kekuasaan otoriter selama masa Orde Baru sehingga memancing pergerakan elemen mahasiswa dari seluruh Indonesia. Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menegaskan Indonesia untuk alasan apapun tidak boleh balik ke jaman dimana nyawa tidak ada harganya, jaman dimana orang tidak bisa bicara, jaman kebebasan dibelenggu sedemikian rupa. Saat ini, lanjut Adian, ada banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat di dalam menjalani sistem demokrasi pasca reformasi. Indonesia sedikit demi ...