Langsung ke konten utama

Pria ini Berswafoto dengan Teman Masa Kecilnya yang Kena Gangguan Jiwa


Kata Berita - 
Garis hidup memang misterius. Tak ada yang tahu apa dan bagaimana nasib seorang manusia di masa depan. Ada banyak orang dengan latar belakang yang sama, namun punya nasib yang berbeda-beda di masa depan.
Seperti halnya ketika kita bersahabat dengan seseorang di masa kecil. Barangkali hanya doa yang bisa dipanjatkan agar nantinya bisa sama-sama hidup enak.
Yang bikin miris, ada banyak kisah tentang persahabatan masa kecil yang berakhir karena beragam alasan. Namun, dua orang ini sepertinya layak mendapat pujian karena tak terpisahkan, bahkan ketika kondisi kesehatan jiwa keduanya sedikit berbeda.
Seorang pria di Sukabumi, Jawa Barat, mengunggah sebuah foto disertai caption yang bikin terenyuh. Ia berswafoto bersama sahabat masa kecilnya yang kini mengalami gangguan kejiwaan.

"Dulu kita main bersama
Satu sekolah,Satu kelas , satu bangku,
Kawan
Bisa kah kamu seperti dulu kawan
Dan sekarang kita nongkrong bersama
Tapi tetap kita berteman walau ada beda sedikit"


"Dulu kita main bersama. Satu sekolah,satu kelas , satu bangku, Kawan. Bisakah kamu seperti dulu kawan? Dan sekarang kita nongkrong bersama. Tapi tetap kita berteman walau ada beda sedikit," tulisnya menggambarkan keadaan sahabatnya. Unggahan yang bikin terenyuh ini viral. Hingga Rabu (12/6) unggahan tersebut sudah dibagikan lebih dari 9800 kali dan mendapat banyak respons positif dari warganet yang melihat persahabatan mereka. " Hanya karena Takdir yang membedakan, bagus Om Aceng tetap mengakui teman," puji Mulya Yudiagus. " Hahahaha,,, memories bok nyah? Bnr kawan mAh ttap we kawan, jngan berubah wlwpun berbeda status," tambah Syam. Salut! []




Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

47 Ribu Personel Gabungan Amankan Jakarta Jelang Putusan MK Soal PHPU Pilpres

Kata Berita -  Aparat gabungan  TNI - Polri  menjaga gedung  Mahkamah Konstitusi , Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Istana Merdeka menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)  Pilpres  2019.   Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas  Polri  Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sebanyak 47 personel gabungan diinstruksikan untuk menjaga objek vital di Ibu Kota. Dia merinci dari unsur  TNI  mengerahkan 17 ribu personel,  Polri  28 ribu personel dan pemerintah 2 ribu petugas. "Jadi seluruh kekuatan yang terlibat dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47 ribu," kata Dedi di Mabes  Polri , Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). Personel yang akan mengamankan gedung MK lebih banyak ketimbang gedung lain. Sebanyak 13 ribu personel dikerahkan di gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat. "Kemarin disampaikan untuk pengamanan MK kurang lebih sekitar 13 ribu personel yang...

Aubameyang, Mane, dan Salah Jadi Pemenang Gelar Topskor Bersama

Kata Berita -  Trofi Sepatu Emas yang dihadiahkan kepada pencetak gol terbanyak  Liga Primer Inggris  harus dibagi kepada tiga nama berbeda. Pierre Emerick Aubameyang, Sadio Mane, dan  Mohamed Salah  berhasil mengoleksi jumlah gol yang sama sehingga sama-sama berhak atas trofi Sepatu Emas  Liga Primer Inggris  musim 2018-2019. Nama  Mohamed Salah  sebenarnya menjadi unggulan pertama dalam persaingan topskor musim ini. Karena sepekan sebelum laga pamungkas di gelar, penyerang asal Mesir ini telah berhasil menduduki posisi puncak dengan raihan 22 gol. Sedangkan Sergio Aguero, Aubameyang, dan Mane berada di bawahnya dengan selisih dua gol. Namun dua nama terakhir berhasil menambahkan dua gol di laga pamungkas yang membuat ketiganya memiliki jumlah koleksi gol yang sama. 22 goals Pierre-Emerick Aubameyang Sadio Mane Mohamed Salah Three amazing players, three amazing seasons and all worthy winners of the @CadburyUK Go...

Tragedi Trisakti 98 Diharapkan Tak Terulang

Kata Berita -  Peristiwa tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 diharapkan tidak kembali terulang pada saat sekarang ini. Hal itu dikatakan  Aktivis 98   Adian Napitupulu  saat berziarah ke makam pahlawan reformasi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019), dalam peringatan 21 Tahun  Tragedi Trisakti . "Untuk alasan apapun juga, bangsa Indonesia tidak boleh kembali ke masa lalu," kata Adian. Yakni, jaman di mana masyarakat dikekang dan terbelenggu oleh kekuasaan otoriter selama masa Orde Baru sehingga memancing pergerakan elemen mahasiswa dari seluruh Indonesia. Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menegaskan Indonesia untuk alasan apapun tidak boleh balik ke jaman dimana nyawa tidak ada harganya, jaman dimana orang tidak bisa bicara, jaman kebebasan dibelenggu sedemikian rupa. Saat ini, lanjut Adian, ada banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat di dalam menjalani sistem demokrasi pasca reformasi. Indonesia sedikit demi ...