Langsung ke konten utama

Dipastikan Ditenagai Prosesor Snapdragon 730G, HP Realme X2

Kata Berita - Realme X2 akan diluncurkan di Tiongkok dalam acara peluncuran khusus pada 24 September. Francis Wang, Chief Marketing Officer Realme mengatakan  bahwa X2 adalah versi ulang merek XT untuk pasar Tiongkok.
Sementara desain Realme X2 mirip dengan XT yang baru-baru ini diluncurkan di India. Smartphone akan hadir dengan beberapa peningkatan besar dalam hal spesifikasi. Perusahaan mengonfirmasi bahwa ponsel ini akan ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 730G SoC.
Untuk yang belum tahu, Realme XT hadir dengan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 712 AIE. Tampaknya varian peluncuran di Tiongkok adalah Realme XT 730G yang diungkapkan oleh CEO Realme India Madhav Sheth yang akan diluncurkan di India pada bulan Desember tahun ini.
Sebelumnya, perusahaan juga telah mengonfirmasi bahwa Realme X2 akan menampilkan sensor kamera 32-megapiksel di sisi depan, peningkatan   16 megapiksel yang ada di Realme XT. Masih harus dilihat apakah perusahaan menggunakan takik tetesan air yang sama untuk menyimpan sensor kamera atau mengadopsi mekanisme pop-up.
"Terlepas dari perubahan ini, kami berharap bahwa sebagian besar spesifikasi pada Realme X2 akan tetap sama dengan Realme XT. Ini akan menampilkan layar S-AMOLED Full HD + 6,4 inci dengan resolusi layar 2340 x 1080 piksel, dan rasio aspek 19,5: 9, 8GB RAM, dan penyimpanan internal 128GB," jelas Wang, mengutip Gizmochina.
Sistem kamera quad pada ponsel ini dilengkapi dengan sensor kamera utama Samsung GW1 64 megapiksel, lensa ultrawide 8 megapiksel, kamera makro khusus 2 megapiksel, dan sensor kedalaman 2 megapiksel.
Smartphone akan menjalankan Android 9 Pie berbasis ColorOS 6.0.1 out-of-the-box dan akan didukung oleh baterai 4.000mAh bersama dengan 30W VOOC 3.0 dukungan pengisian cepat.

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

47 Ribu Personel Gabungan Amankan Jakarta Jelang Putusan MK Soal PHPU Pilpres

Kata Berita -  Aparat gabungan  TNI - Polri  menjaga gedung  Mahkamah Konstitusi , Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Istana Merdeka menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)  Pilpres  2019.   Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas  Polri  Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sebanyak 47 personel gabungan diinstruksikan untuk menjaga objek vital di Ibu Kota. Dia merinci dari unsur  TNI  mengerahkan 17 ribu personel,  Polri  28 ribu personel dan pemerintah 2 ribu petugas. "Jadi seluruh kekuatan yang terlibat dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47 ribu," kata Dedi di Mabes  Polri , Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). Personel yang akan mengamankan gedung MK lebih banyak ketimbang gedung lain. Sebanyak 13 ribu personel dikerahkan di gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat. "Kemarin disampaikan untuk pengamanan MK kurang lebih sekitar 13 ribu personel yang...

Aubameyang, Mane, dan Salah Jadi Pemenang Gelar Topskor Bersama

Kata Berita -  Trofi Sepatu Emas yang dihadiahkan kepada pencetak gol terbanyak  Liga Primer Inggris  harus dibagi kepada tiga nama berbeda. Pierre Emerick Aubameyang, Sadio Mane, dan  Mohamed Salah  berhasil mengoleksi jumlah gol yang sama sehingga sama-sama berhak atas trofi Sepatu Emas  Liga Primer Inggris  musim 2018-2019. Nama  Mohamed Salah  sebenarnya menjadi unggulan pertama dalam persaingan topskor musim ini. Karena sepekan sebelum laga pamungkas di gelar, penyerang asal Mesir ini telah berhasil menduduki posisi puncak dengan raihan 22 gol. Sedangkan Sergio Aguero, Aubameyang, dan Mane berada di bawahnya dengan selisih dua gol. Namun dua nama terakhir berhasil menambahkan dua gol di laga pamungkas yang membuat ketiganya memiliki jumlah koleksi gol yang sama. 22 goals Pierre-Emerick Aubameyang Sadio Mane Mohamed Salah Three amazing players, three amazing seasons and all worthy winners of the @CadburyUK Go...

Tragedi Trisakti 98 Diharapkan Tak Terulang

Kata Berita -  Peristiwa tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 diharapkan tidak kembali terulang pada saat sekarang ini. Hal itu dikatakan  Aktivis 98   Adian Napitupulu  saat berziarah ke makam pahlawan reformasi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019), dalam peringatan 21 Tahun  Tragedi Trisakti . "Untuk alasan apapun juga, bangsa Indonesia tidak boleh kembali ke masa lalu," kata Adian. Yakni, jaman di mana masyarakat dikekang dan terbelenggu oleh kekuasaan otoriter selama masa Orde Baru sehingga memancing pergerakan elemen mahasiswa dari seluruh Indonesia. Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menegaskan Indonesia untuk alasan apapun tidak boleh balik ke jaman dimana nyawa tidak ada harganya, jaman dimana orang tidak bisa bicara, jaman kebebasan dibelenggu sedemikian rupa. Saat ini, lanjut Adian, ada banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat di dalam menjalani sistem demokrasi pasca reformasi. Indonesia sedikit demi ...