Langsung ke konten utama

WOW! Motor Sport Aprilia GPR250 akan Masuk Indonesia, Benarkah?

Kata Berita - Pasar motor sport fairing 250 cc di Indonesia telah diramaikan oleh sejumlah raksasa otomotif. Sebut saja Yamaha dengan YZF-R25, Honda dengan CBR250RR, dan Kawasaki Ninja 250 FI.
Piaggio lewat brand Aprilia baru saja meluncurkan motor sport GPR250 di Tiongkok. Namun, belum ada sinyal apakah Piaggio akan memboyong Aprilia GPR250 ke Indonesia.
Kendati demikian, PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal mengatakan ada peluang bagi Aprilia 250 untuk meramaikan pasar motor sport fairing 250 cc Tanah Air.
"Tapi memang kita perlu pelajari market-nya," ujar dia dalam bincang media di Street Gallery Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).
Robby menyatakan pihaknya ingin mengetahui apakah Aprilia 250 cocok dibawa ke Indonesia. Hal tersebut juga menurutnya selalu ditekankan Presiden Direktur Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega.
"Semua line up dari Piaggio Group itu bisa dibawa ke Indonesia. Tapi cocok atau nggak, tepat atau nggak, waktunya kapan, itu yang selalu kita kaji terus," tandasnya.
Untuk saat ini, lanjut Robby, Piaggio masih fokus dalam pemasaran segmen big bike. Perhari ini, Piaggio memang resmi memboyong big bike Aprilia Shiver 900 generasi 2019.
Motor ini dibekali mesin baru 900 cc twin-cylinder yang mampu menghasilkan 95 tenaga kuda. Dibanding pendahulunya, Aprilia Shiver 900 generasi 2019 dibekali mesin baru 900 cc twin-cylinder yang mampu menghasilkan 95 tenaga kuda.
Sebagai informasi, Aprilia GPR250 dibekali mesin 249,2 cc berpendingin cairan dengan satu silinder. Mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 25 bhp dengan torsi maksimal 22 Nm.

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

47 Ribu Personel Gabungan Amankan Jakarta Jelang Putusan MK Soal PHPU Pilpres

Kata Berita -  Aparat gabungan  TNI - Polri  menjaga gedung  Mahkamah Konstitusi , Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Istana Merdeka menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)  Pilpres  2019.   Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas  Polri  Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sebanyak 47 personel gabungan diinstruksikan untuk menjaga objek vital di Ibu Kota. Dia merinci dari unsur  TNI  mengerahkan 17 ribu personel,  Polri  28 ribu personel dan pemerintah 2 ribu petugas. "Jadi seluruh kekuatan yang terlibat dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47 ribu," kata Dedi di Mabes  Polri , Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). Personel yang akan mengamankan gedung MK lebih banyak ketimbang gedung lain. Sebanyak 13 ribu personel dikerahkan di gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat. "Kemarin disampaikan untuk pengamanan MK kurang lebih sekitar 13 ribu personel yang...

Aubameyang, Mane, dan Salah Jadi Pemenang Gelar Topskor Bersama

Kata Berita -  Trofi Sepatu Emas yang dihadiahkan kepada pencetak gol terbanyak  Liga Primer Inggris  harus dibagi kepada tiga nama berbeda. Pierre Emerick Aubameyang, Sadio Mane, dan  Mohamed Salah  berhasil mengoleksi jumlah gol yang sama sehingga sama-sama berhak atas trofi Sepatu Emas  Liga Primer Inggris  musim 2018-2019. Nama  Mohamed Salah  sebenarnya menjadi unggulan pertama dalam persaingan topskor musim ini. Karena sepekan sebelum laga pamungkas di gelar, penyerang asal Mesir ini telah berhasil menduduki posisi puncak dengan raihan 22 gol. Sedangkan Sergio Aguero, Aubameyang, dan Mane berada di bawahnya dengan selisih dua gol. Namun dua nama terakhir berhasil menambahkan dua gol di laga pamungkas yang membuat ketiganya memiliki jumlah koleksi gol yang sama. 22 goals Pierre-Emerick Aubameyang Sadio Mane Mohamed Salah Three amazing players, three amazing seasons and all worthy winners of the @CadburyUK Go...

Tragedi Trisakti 98 Diharapkan Tak Terulang

Kata Berita -  Peristiwa tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 diharapkan tidak kembali terulang pada saat sekarang ini. Hal itu dikatakan  Aktivis 98   Adian Napitupulu  saat berziarah ke makam pahlawan reformasi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019), dalam peringatan 21 Tahun  Tragedi Trisakti . "Untuk alasan apapun juga, bangsa Indonesia tidak boleh kembali ke masa lalu," kata Adian. Yakni, jaman di mana masyarakat dikekang dan terbelenggu oleh kekuasaan otoriter selama masa Orde Baru sehingga memancing pergerakan elemen mahasiswa dari seluruh Indonesia. Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menegaskan Indonesia untuk alasan apapun tidak boleh balik ke jaman dimana nyawa tidak ada harganya, jaman dimana orang tidak bisa bicara, jaman kebebasan dibelenggu sedemikian rupa. Saat ini, lanjut Adian, ada banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat di dalam menjalani sistem demokrasi pasca reformasi. Indonesia sedikit demi ...