Langsung ke konten utama

Pogba: Sejak Jadi Mualaf, Hidup Saya Lebih Tenang

Kata Berita - Gelandang Manchester United (MU), Paul Pogba bercerita kenapa memilih untuk menjadi seorang muslim. Pogba mengatakan memeluk agama Islam membuatnya menjadi orang yang lebih baik.
Dalam sebuah wawancara dengan The Times, Pogba pun bercerita apa arti menjadi seorang muslim.
"Itu segalanya. Itulah yang membuat saya bersykur untuk semuanya. Itu membuat saya berubah, menyadari banyak hal dalam hidup. Saya kira, mungkin itu membuat saya menjadi lebih tenang," kata Pogba.
“Itu adalah perubahan yang baik dalam hidup saya karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang Muslim, bahkan jika ibu saya. Saya baru saja tumbuh seperti itu, menghormati semua orang," sambung gelandang asal Prancis itu.
Menurut mantan gelandang Juventus tersebut, Islam bukan sering yang diceritakan oleh banyak media asing bahwa Islam adalah teroris.
"Islam bukanlah citra yang dilihat semua orang yakni terorisme. Apa yang kita dengar di media benar-benar sesuatu yang berbeda. (Islam adalah) sesuatu yang indah. Anda harus tahu itu. Siapa pun bisa merasakan berhubungan dengan Islam," ungkap Pogba.
Sebagaimana diketahui, Pogba sudah memutuskan untuk menjadi mualaf sejak berusia 20-an. Pogba kemudian bercerita awal mula memeluk agama Islam.
"Itu datang karena saya punya banyak teman yang beragama muslim. Kami sering berbicara. Saya sering bertanya banyak hal, kemudian saya mulai melakukan penelitan. Saya pernah berdoa dengan teman saya dan saya merasakan hal yang berbeda. Saya merasa sangat nyaman," ungkap Pogba.
"Sejak saat itu, saya terus memeluk agama ini. Anda harus berdoa lima kali dalam sehari. Itu adalah rukun Islam yang harus Anda lakukan," tambahnya.
Sejak memutuskan untuk jadi mualaf, Pogba pun jadi lebih sering untuk naik haji. Terakhir, Pogba naik haji pada bulan Ramadan 2019.[]


Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

47 Ribu Personel Gabungan Amankan Jakarta Jelang Putusan MK Soal PHPU Pilpres

Kata Berita -  Aparat gabungan  TNI - Polri  menjaga gedung  Mahkamah Konstitusi , Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Istana Merdeka menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)  Pilpres  2019.   Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas  Polri  Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sebanyak 47 personel gabungan diinstruksikan untuk menjaga objek vital di Ibu Kota. Dia merinci dari unsur  TNI  mengerahkan 17 ribu personel,  Polri  28 ribu personel dan pemerintah 2 ribu petugas. "Jadi seluruh kekuatan yang terlibat dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47 ribu," kata Dedi di Mabes  Polri , Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). Personel yang akan mengamankan gedung MK lebih banyak ketimbang gedung lain. Sebanyak 13 ribu personel dikerahkan di gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat. "Kemarin disampaikan untuk pengamanan MK kurang lebih sekitar 13 ribu personel yang...

WOW! Motor Sport Aprilia GPR250 akan Masuk Indonesia, Benarkah?

Kata Berita -  Pasar motor  sport fairing  250 cc di Indonesia telah diramaikan oleh sejumlah raksasa otomotif. Sebut saja Yamaha dengan YZF-R25, Honda dengan CBR250RR, dan Kawasaki Ninja 250 FI. Piaggio  lewat  brand  Aprilia baru saja meluncurkan motor  sport  GPR250 di Tiongkok. Namun, belum ada sinyal apakah  Piaggio  akan memboyong  Aprilia GPR250  ke Indonesia. Kendati demikian, PR & Communications Manager PT  Piaggio  Indonesia,  Robby Gozal  mengatakan ada peluang bagi Aprilia 250 untuk meramaikan pasar motor  sport fairing  250 cc Tanah Air. "Tapi memang kita perlu pelajari  market -nya," ujar dia dalam bincang media di Street Gallery Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). Robby menyatakan pihaknya ingin mengetahui apakah Aprilia 250 cocok dibawa ke Indonesia. Hal tersebut juga menurutnya selalu ditekankan Presiden Direktur  Piaggio  Indones...

Tingginya Tingkat Kelembaban Mengakibatkan Cuaca Panas di Jakarta

Kata Berita -  Cuaca panas serta gerah kini tengah melanda tanah air. Terjadi karena ada gerak semu harian matahari yang bergeser ke selatan. Pergerakan ini terjadi pada bulan September hingga awal Desember. Berdasarkan hasil pantauan cuaca di Stasiun Klimatologi BMKG Jakarta, tercatat suhu minimum mencapai 24 derajat celcius dan maksimum 38 derajat celcius. Bahkan, ada imbauan dari BMKG agar waspada lantaran potensi suhu naik hingga 40 derajat celsius bakal terjadi. Suhu itu semakin terasa panas lantaran angka Kelembaban udara juga semakin tinggi. Terkini, Kelembaban berada di kisaran 53 persen sampai 92 persen. Tingkat Kelembaban udara yang cukup tinggi terjadu karena salah satu sifat uap air yang menyerap radiasi matahari tidak bekerja dengan baik. Penyebab lainnya adalah pola angin yang bergerak dari timur atau yang biasa disebut angina Timuran. Sumber : Akurat.co